Pelacakan Rupa Lubang Hitam

url img

Dalam filmInterstellaryang dirilis pada 2014, pilot pesawat antariksa Joseph Cooper, yang diperankan Matthew McConaughey, masuk ke lubang hitam Gargantua. Lolos dari tarikan gravitasi dahsyat lubang hitam yang meremukkan kapalnya, Cooper justru terjebak dalam ruang empat dimensi Tesseract, di mana dia melihat peristiwa dan para kenalan di masa lalunya. Sendirian.
Tergolong film fiksi,Interstellarberusaha memberi penjelasan seakurat mungkin tentang lubang hitam. Sejumlah ahli fisika teori, termasuk Kip Thorne dari California Institute of Technology, dilibatkan sebagai konsultan. Meski berusaha dijelaskan dengan bahasa sederhana dalam film, lubang hitam tetap menjadi fenomena alam yang kompleks.
Tak ada yang tahu seperti apa rupa asli lubang hitam. Ahli fisika Albert Einstein sudah memprediksinya dalam Teori Relativitas Umum pada 1915. Eksistensinya kemudian dijabarkan secara matematis oleh Karl Schwarzchild pada tahun yang sama. Lubang hitam digambarkan sebagai material atau area di angkasa luar yang memiliki tarikan gravitasi luar biasa.
Usaha mencari rupa lubang hitam itu kini dilakukan para ahli astronomi. Dimulai pada 5 April lalu hingga Jumat pekan ini, mereka menjalankan program Event Horizon Telescope (EHT), sistem teleskop radio di dunia untuk melihat Sagittarius A*–lubang hitam gigantik di pusat galaksi Bima Sakti yang massanya empat juta kali lipat massa matahari.
“Observasi ini akan membantu memilah beragam teori liar tentang lubang hitam,” kata Gopal Narayan, ahli astronomi dari University of Massachusetts, Amherst, Amerika Serikat.
Proyek EHT menggabungkan sejumlah jaringan teleskop dari Hawaii, Arizona, dan California di Amerika, Meksiko, Cile, Spanyol, hingga Antartika. Resolusinya 1.000 kali lebih kuat dari teleskop antariksa Hubble.
Dengan kemampuan itu, EHT dinilai mampu memantau dengan jelas Sagittarius A*, yang terletak 26 ribu tahun cahaya atau sekitar 247 ribu triliun kilometer dari bumi. Mencari citra lubang hitam dengan jarak sejauh itu, “Seperti berusaha memotret jeruk di permukaan bulan,” kata Narayan.
Alih-alih hitam, menurut Direktur EHT Shepard Doeleman, lubang hitam sebenarnya dikelilingi plasma panas. Lubang hitam merupakan salah satu obyek paling terang di jagat raya. “Kami berharap bisa mendapatkan sesuatu yang dilakukan obyek ini secara alami untuk membuat dirinya tak tampak,” kata Doeleman.
Selama ini para ahli astronomi meyakini sebagian besar lubang hitam raksasa, dengan ukuran miliaran kali lebih besar dari matahari, berada di jantung setiap galaksi. Namun ada pula sebagian yang menjadi liar. Mereka terpental ke luar galaksi dan melanglang buana di jagat raya setelah “kalah” dalam peristiwa tumbukan antargalaksi.
Para peneliti membuktikan keberadaan lubang hitam dengan mendeteksi gelombang gravitasi dari bintang-bintang yang mengorbit pusat galaksi. Tahun lalu, eksperimen dengan Ligo Interferometer Gravitational-Wave Observatory (LIGO) bahkan mendapati riak gravitasi yang dipicu tabrakan dua lubang hitam jutaan tahun silam.
Para peneliti berharap bisa mendapatkan citraevent horizonSagittarius A*.Event horizonadalah seperti perbatasan di mana material dan radiasi yang sudah melintasinya tak akan bisa keluar lagi. Tak ada yang pernah tahu apa yang terjadi pada material yang terisap lubang hitam.
Proyek RHT juga digunakan untuk memantau lubang hitam raksasa di inti galaksi M87. Letaknya 53,5 juta tahun cahaya dari bumi. Massa lubang hitam ini enam miliar kali massa matahari. Ukuranevent horizonjauh lebih besar dari Sagittarius A*.
Meski menyiapkan berbagai skenario menghadapi kendala teknis, proyek EHT sangat bergantung pada kemurahan alam. Gangguan cuaca buruk pada salah satu dari enam lokasi teleskop akan mengganggu hasil pengamatan.
“Aku hanya bisa berharap tak ada topan besar di gurun Atacama,” kata Avery Broderick, peneliti yang bekerja di Atacama Large Millimeter/Submillimeter Array (ALMA), yang terletak di Andes, Cile.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s