Pluto Kemungkinan Masuk Kategori Planet Lagi

url img

Sebelas tahun silam, Pluto dinyatakan bukan lagi sebagai salah satu planet anggota tata surya. Padahal, selama 76 tahun, sejak ditemukan pertama kali pada 1930, Pluto dikenal sebagai planet yang berada paling jauh dari matahari. Status Pluto sebagai planet dicabut melalui perdebatan panjang dalam sidang Persatuan Ahli Astronomi Internasional (IAU) di Praha, Republik Cek.
Ini terjadi karena saat itu IAU membuat aturan baru tentang definisi sebuah planet. Dalam aturan itu disebutkan bahwa planet merupakan sebuah obyek yang mengorbit matahari, bukan satelit obyek lain, dan memiliki gravitasi sendiri. Selain itu, sebuah planet harus memiliki orbit yang bersih, termasuk memiliki kemampuan untuk menyingkirkan obyek lain ke luar lintasan orbitnya.
Nah, Pluto dinilai gagal memenuhi kriteria terakhir. Dalam perjalanan rutinnya mengitari matahari, Pluto bergerak di Sabuk Kuiper—kawasan di tepi tata surya yang dipenuhi banyak obyek kecil berwujud batu atau es. Di jalur orbit ini belakangan ditemukan planet kecil, yakni Iris, Makemake, dan Haumea. Kesimpulannya, Pluto tak sendirian di jalur orbitnya, kemudian digolongkan sebagai planet kerdil.
Namun nasib Pluto bisa berubah lagi. Dia bisa saja menjadi planet lagi. Ada dasarnya tentu saja. Wahana nirawak New Horizons, yang diluncurkan 11 tahun lalu dengan target mencapai Pluto, berhasil melaksanakan misinya.
Pada Juli 2015, New Horizons terbang sekitar 12.500 kilometer di atas Pluto dan menjadi wahana pertama yang mengeksplorasi planet kerdil itu. Data dari New Horizons menunjukkan adanya aktivitas geologi, atmosfer unik, dan beragam ciri yang berkorelasi dengan konsep planet di tata surya.
Dari situlah Will Grundy, peneliti dari Observatorium Lowell di Arizona, Amerika Serikat, dan sejumlah peneliti mengajukan definisi baru untuk melawan konsep planet dari IAU. Konsep ini telah mereka ajukan dalam Konferensi Planet dan Bulan di Texas, pekan lalu.
Menurut Grundy, Pluto seharusnya tetap terdaftar sebagai planet. “Tidak masuk akal jika menghapus Pluto dari daftar planet hanya karena dia tidak memenuhi satu syarat,” katanya.
Definisi planet dari IAU, menurut Grundy dan koleganya yang tergabung dalam misi New Horizons dari Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), memiliki sejumlah cacat. Pertama, definisi itu tidak memperhitungkan ribuan dunia eksotis yang mengorbit bintang lain serta planet liar yang tidak mengorbit bintang mana pun.
Kedua, tak ada planet yang benar-benar memiliki lintasan bersih. Bumi, Mars, Jupiter, dan Neptunus bahkan berbagi jalur dengan asteroid dan obyek lain yang memotong lintasan para planet.
Ketiga, obyek yang berada sangat jauh dari matahari harus berukuran sangat besar untuk bisa memiliki lintasan bersih sendiri. Bahkan batu sebesar bumi di Sabuk Kuiper tidak cukup kuat untuk menyingkirkan obyek lain dari lintasannya.
“Seharusnya definisi planet dibuat lebih sederhana, yaitu semua obyek bulat yang berukuran lebih kecil dari bintang,” kata Grundy, seperti ditulis laman Sciencenews, Kamis pekan lalu.
Kirby Runyon, salah satu anggota misi itu, ikut menguatkan. Dia mengatakan definisi planet yang disodorkan IAU hanya berfokus pada orbit dan penyimpangan gerakan sebuah obyek akibat efek gravitasi. Padahal banyak hasil penelitian yang merumuskan definisi planet berdasarkan pada komposisi dan fitur obyek ketimbang interaksinya dengan lingkungan.
Bahkan, kata dia, ada lebih dari 40 laporan ilmiah yang memasukkan Europa dan Titan—bulan Saturnus—sebagai planet. “Definisi yang kami ajukan hanya memformalkan petunjuk yang sudah ada sebelumnya,” kata Runyon, seperti ditulis laman Space.
Menurut Runyon, definisi baru planet yang mereka tawarkan bisa mempengaruhi pemahaman publik tentang pentingnya status obyek di antariksa. Di dalam proposal itu disebutkan bahwa sebagian besar masyarakat menganggap obyek yang diduga bukan planet dinilai tidak menarik lagi untuk dieksplorasi. “Kami ingin para pelajar memahami ada begitu banyak planet dengan beragam tipe.”
Dengan definisi itu, Pluto bisa dikembalikan ke dalam daftar planet. Obyek-obyek lain yang selama ini tergolong planet kerdil, termasuk Ceres di kawasan Sabuk Asteroid yang membatasi Mars dan Jupiter, juga bisa “naik kelas” menjadi planet.
“Ada lebih dari 110 obyek di tata surya yang masuk definisi planet ini,” kata Grundy. “Lebih banyak lagi eksoplanet dan planet liar yang juga bisa didaftarkan.”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s