Gunakan GPR,Misteri Makam Batu Nefertiti Di Ungkap

url img

Misteri Ratu Nefertiti, yang diduga merupakan ibu tiri dari Raja Mesir Kuno Tutankhamun, kini sedang coba diungkap lewat pencarian makamnya. Dugaan terbaru, makanya tersimpan di kompleks pemakaman Tutankhamun, tepatnya di salah satu ruang rahasia. Ini perkembangan baru karena selama ini makam Nefertiti disebutkan terletak di Amarna, di tepi timur Sungai Nil.
Misteri ruang tersembunyi itulah yang ingin “dibongkar” Francesco Porcelli, fisikawan dari Universitas Turin, Italia. Dalam penelitian terbarunya, dia memimpin sebuah tim yang akan memindai makam raja Mesir berumur 3.300 tahun tersebut menggunakan seri terbaru ground-penetrating radar scan (GPR).
Metode ini memanfaatkan gelombang radio berfrekuensi tinggi yang dipantulkan di tanah dan dinding di bawah tanah. Sinyal balik dari pantulan tersebutlah yang berguna untuk mengungkap sebuah ruang rahasia. “Kami akan coba lakukan yang terbaik untuk mengungkap makam tersembunyi ini,” kata Porcelli, seperti dikutip dari Live Science, akhir pekan lalu.
Porcelli bukanlah orang pertama yang ingin menyingkap misteri ini. Dugaan keberadaan makam Nefertiti pertama kali mencuat dua tahun silam. Ketika itu Nicholas Reeves, Direktur Amarna Royal Tombs Project, menduga ada ruang tersembunyi di kompleks pemakaman itu. Reeves menyarankan untuk membedah ruangan tersebut, yang kemungkinan besar berisi tengkorak Ratu Nefertiti, istri Firaun Akhenaten (ayah Tutankhamun).
Reeves mengklaim telah menemukan bukti bahwa nama Nefertiti telah terhapus di beberapa tempat dan diganti dengan nama Tutankhamun. “Ini menunjukkan bahwa beberapa wilayah makam awal dibuat untuk Nefertiti,” ujarnya.
Pada tahun yang sama, Hirokatsu Watanabe mencoba mengungkap kamar rahasia tersebut menggunakan GPR, tapi gagal. Padahal hasil pemetaannya mengungkap kehadiran logam dan beberapa zat organik serta bekas pintu yang ditutup. Gambar radar Watanabe menunjukkan anomali yang ditafsirkan sebagai ruang rahasia.
Menurut dia, eksplorasi lanjutan diperlukan untuk mengungkap hasil temuannya lebih dalam. Sebab, bagi dia, “Ini akan membuktikan apakah ruangan itu buatan manusia atau terbentuk secara alami.
Penelitian terakhir dilakukan pada Mei 2016. Tim dari National Geographic melakukan pindai radar. Namun langkah mereka tidak dipublikasikan ke khalayak. “Kami tidak bisa memberikan informasi detailnya,” kata Dean Goodman, salah satu pemimpin proyek dari National Geographic.
Goodman menjelaskan, tim telah menandatangani perjanjian untuk tidak memaparkan hasil kepada umum, kecuali dengan izin Kementerian Peninggalan Kuno Mesir. “Kami percaya Porcelli dan tim mampu memberikan hasil yang memuaskan bagi masyarakat,” ujarnya.
Harapan Goodman ini tentu kian mendorong Porcelli dan timnya untuk segera menyingkap misteri Ratu Nefertiti ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s