Oppo dan Vivo Rajai Pasar Ponsel di Cina

url img

Oppo meraup posisi teratas untuk penjualan ponsel di Cina tahun lalu, dan sekaligus untuk pertama kalinya mengalahkan perusahaan satu grup, Vivo, dan pesaing kelas beratnya, Huawei. Sementara dua nama besar, Apple dan Xiaomi, membukukan penurunan pengiriman tahunan pertama mereka.
Oppo dan Vivo keduanya dimiliki oleh perusahaan asal Guangzhou, BBK, dan mereka terus mengembangkan diri di pasar Cina, dan pasar-pasar seperti India dan Asia Tenggara. Hal itu dilakukan melalui ponsel yang dirancang dengan baik dan mengadopsi teknologi baru, seperti layar AMOLED, namun memiliki harga jauh di bawah iPhone.

Yang paling penting, mereka menggunakan kampanye iklan yang agresif dan saluran penjualan secara offline untuk menjangkau calon pelanggan. Pendekatan itu dinilai tidak berbeda dengan taktik yang telah berjalan untuk Samsung.
Sebuah laporan baru dari IDC, sebagaimana dikutipTechcrunch6 Februari 2017, menemukan bahwa strategi ini mendorong penjualan tahunan Oppo di Cina menjadi 78,4 juta, naik 122 persen dibandingkan tahun lalu.
Oppo menempati posisi pertama di daftar vendor, sementara Vivo berada sedikit lebih rendah di posisi ketiga dengan 69,2 juta pengiriman atau naik 97 persen dibanding tahun lalu. Terjepit di antara keduanya adalah Huawei, dengan 76,6 juta pengiriman. Apple dan Xiaomi melengkapi daftar lima besar.

Menurut IDC, gabungan penjualan Oppo dan Vivo merupakan hampir sepertiga dari pasar ponsel Cina, yang merupakan terbesar di dunia berdasarkan penjualan. Hal itu merupakan prestasi yang cukup mengejutkan mengingat persaingan tersebut. Samsung dan Lenovo adalah di antara banyak vendor yang tidak masuk dalam daftar tracker IDC.
Sementara itu Xiaomi diasumsikan tidak mencatat kinerja memuaskan pada 2016. Perusahaan itu menolak untuk mengungkapkan angka penjualan tahunannya untuk pertama kalinya, dan CEO Xiaomi mengakui perusahaan itu telah tumbuh terlalu cepat dengan harapan terlalu tinggi.
IDC memperkirakan penjualan tahunan Xiaomi di Cina, yang menyumbang sebagian besar bisnisnya, turun hampir 10 persen. Itu menunjukkan bahwa penjualan 2016 Xiaomi jauh di bawah penjualan 70 juta unit lebih yang dicatatnya pada tahun 2015.

Xiaomi nampaknya akan menggunakan cara yang berbeda saat ini. CEO Lei Jun mengatakan bulan lalu bahwa ia akan fokus memperluas jejak ritelnya, mungkin terinspirasi oleh keberhasilan Vivo dan Oppo.
“Tidak ada lagi satu saluran yang mencatat pertumbuhan eksponensial untuk smartphone seperti tahun-tahun sebelumnya. Sebagian besar merek sekarang menggunakan kombinasi saluran untuk meningkatkan penjualan mereka,” tambahnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s