Hal-hal Yang Bisa Kamu Tiru Dari Sherlock Holmes

url img

Bila terus menerus menumpuk masalah, kamu akan kebingungan memecahkannya. Belum lagi ditambah dengan permasalahan sehari-hari. Bila tahu akan menjadi ribet, semestinya kamu segera menyelesaikannya. Untuk urusan menyelesaikan masalah, siapa yang nggak kenal dengan Sherlock Holmes. Detektif supercanggih itu mampu menyelesaikan apapun masalahmu.
Agak berlebihan memang bila menyamakan masalahmu dengan kasus yang ditangai Sherlock. Namun ada banyak cara yang bisa diambil ketika Sherlock menyelesaikan masalah. Berikut cara-cara teliti ala Sherlock Holmes agar hidupmu lebih menyenangkan:
Detail
Perhatikan setiap hal yang ada di sekitar kamu. Terlebih orang, barang dan tempat yang berhubungan dengan kasus tertentu. Jangan mengabaikan hal-hal kecil di sekitar kamu. Karena setiap hal-hal kecil sangatlah berguna dalam membentuk gambaran yang lebih besar. Misalnya mendeteksi pekerjaan seseorang, apa yang seseorang itu lakukan sebelumnya dan hal-hal lainnya.
Nah itulah alasan mengapa detektif Sherlock Holmes bisa mendeteksi profesi seseorang hanya dari penampilannya saja. Soalnya dia memperhatikan setiap hal sedetail mungkin dari orang tersebut. Mungkin kamu nggak perlu sehebat Sherlock dalam menebak profesi orang secara spesifik. Akan tetapi seenggaknya kamu bisa menilai dia bekerja di bidang apa. Entah pemasaran, kreatif ataupun di bidang olahraga.
Kamu bisa bohong sama orangtua mungkin mengaku les padahal nongkrong sama teman atau kencan sama pacar. Sayangnya, bahasa tubuh kamu nggak bisa bohong. Apalagi di depan orang yang super teliti termasuk orangtua atau sahabat terdekat.
Lalu, bagaimana cara supaya kamu bisa jeli menilai bahasa tubuh seseorang? Gampang kok karena kamu cuma memperhatikan sekitarmu. Seseorang yang berbohong akan selalu resah dan aneh. Pergerakan tangannya pun agak janggal. Well, sepintar-pintarnya orang bohong, mata dan raut wajah nggak bisa berbohong.
Selain itu, kamu juga bisa mempelajari raut wajah orang di internet. Misalnya orang yang marah, gusar atau bingung biasanya dahinya akan berkerut dan lain sebagainya. Kamu bisa mencobanya pada orang sekitar.
Intuisi ini tercipta dari pengalaman keseharian. Bila dilupakan dan cuek dengan apa yang pernah terjadi, intuisimu nggak akan terasa. Namun bila kamu merenungkan apa yang terjadi dan bercermin dari kenangan itu.
Orang awam tanpa pendidikan informatika mumpuni pun bisa memalsukan tweet dan bikinscreenshotdari tweet palsu itu. Makanya kamu jangan gampang percaya sama orang dan sama kabar-kabar apapun yang dipercayai masyarakat. Sherlock Holmes nggak gampang percaya sama orang dan selalu menelusuri kebenaran suatu hal. Verifikasi itu yang bikin dia selalu menemukan titik terang dari sebuah kasus.
Banyak orang yang kelihatannya aja mendengarkan padahal sebenarnya nggak. Mereka cuma pura-pura sementara itu pikirannya ke mana-mana. Nah, belajarlah untuk mendengarkan seperti Sherlock supaya agan bisa lebih perhatian atas apa yang sedang terjadi.
Sherlock nggak cuma bisa mendeteksi sesuatu karena dia bisa melihat dengan detail. Percuma kalau mempunyai ingatan fotografis paling tokcer tapi pengetahuan nggak ditambah. Semua hal yang kamu ingat dan dengar hanya menjadi rekaman kenangan di otak. Bisa saja rekaman itu nggak akan terlalu berguna.
Oleh karena itu, rajin-rajinlah membaca. Tambahlah pengetahuan biar kamu banyak tahu dan semua hal yang dilihat, dengar dan ingat menjadi sesuatu yang lebih berarti. Sebab apapun yang otakmu tangkap bisa saja membantu di kemudian hari.
Sherlock nggak pernah menggunakan perasaan saat memecahkan kasus. Yah kalaupun jadi baper, hal itu sebisa mungkin dia tangkas. Misalnya kamu sayang banget sama gebetanmu. Akan tetapi, semua fakta berkata kalau dia adalah maling sendal jepit di masjid dan kamu tau hal itu.
Cuma karena cinta, kamu menangkal hal tersebut dan mencari-cari fakta lain yang sebenarnya dibuat-buat. Itulah salah satu hal yang bikin beberapa kasus suka nggak berjalan lancar karena eksistensi para orang baper. Kalau mau jadi seperti Sherlock Holmes, jangan baper. Pisahkan antara perasaan dan kenyataan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s