Danau Air Paling Besar di China Raib

url img

Beijing- Sebagian dari Danau Poyang, danau air tawar terbesar di Cina, telah menghilang setelah Provinsi Jiangxi di utara Cina itu mengalami kekurangan curah hujan sejak pertengahan September.
Dalam gambar, yang diambil pada 2 November di Kota Lushan, danau yang sebelumnya luas dan berlimpah air itu telah berubah menjadi padang rumput besar, yang memungkinkan warga untuk berjalan kaki.
Ukuran dari Danau Poyang sendiri berfluktuasi setiap tahun. Danau ini tercatat meliputi 4.500 kilometer persegi pada ukuran terbesarnya, menurut Jiangxi Poyang National Nature Reserve Authority, sebagaimana dikutipDailymail, Jumat, 4 November 2016.
Secara historis, danau ini dikenal karena melimpahnya ikan air tawar dan udang serta menjadi pemasok sumber daya air untuk sawah di sekitarnya.
Namun, gambar-gambar yang diambil pekan ini di Jiujiang mengungkapkan cerita lain. Di kawasan Lushan, Jiujiang, sebuah kapal besar bisa dilihat terdampar di bekas Danau Poyang.
Pulau Luixingdun, yang pernah digunakan sebagai tanda navigasi dan mercusuar, telah dikelilingi rumput luas tempat sapi merumput di lapangan. Sebuah pagoda dan kuil, yang terletak di tengah danau, berdiri di danau yang kering.
Menurut Biro Hidrologi Xingzi, tingkat air Poyang menurun menjadi 10,6 meter pada 3 November.

Tingkat air yang rendah telah mengancam industri perikanan lokal. Nelayan mengeluh tentang jumlah dan ukuran ikan yang berhasil ditangkap. Selain itu, musim penangkapan ikan dipersingkat menjadi dua bulan tahun ini akibat air mulai surut pada September.
Biro perikanan lokal juga mengatakan sumber daya ikan dari Danau Poyang telah menurun secara bertahap dalam dekade terakhir. Danau Poyang secara teratur mengering di musim dingin. Namun, musim kering tahun ini datang 54 hari lebih awal dari biasanya.
Tingkat air bagian Xingzi turun di bawah 12 meter pada 19 September, yang menandai awal musim kemarau.
Menurut Biro Hidrologi Jiangxi, periode air rendah dari Danau Poyang telah menjadi lebih lama sejak 1952. Tingkat air danau, yang terhubung dengan Sungai Yangtze, mulai surut lebih awal setiap tahun.
Hal ini dikaitkan dengan penurunan tingkat air di Sungai Yangtze, yang disebabkan oleh berkurangnya curah hujan dan aktivitas manusia, sebagaimana dilaporkanXinhua, yang mengutip seorang pejabat dari departemen sumber daya air Jiangxi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s