Gila!Pasangan Ini Telah Bertunangan dalam Umur Yang Sangat Dini

url img

Kalau berbicara mengenai pertunangan atau acara meresmikan hubungan ke arah yang lebih serius, biasanya hal ini akan dilakukan oleh orang-orang yang telah berusia 17 tahun ke atas. Selain memang sudah diperbolehkan untuk menjalin hubungan yang lebih serius, di usia ini sepasang kekasih juga telah memiliki pemikiran yang lebih dewasa. Tapi, bagaimana jika pertunangan atau meresmikan hubungan tersebut dilakukan oleh anak-anak?

Beberapa waktu lalu, disebutkan bahwa di China ada banyak pasangan di bawah umur yang memutuskan menikah atau sekedar bertunangan. Rupanya, pertunangan yang dilakukan oleh anak-anak di bawah umur ini tidak hanya terjadi di China saja.
Kisah pertunangan anak-anak kali ini juga terjadi di Mesir. Yang lebih mengejutkan lagi, dikutip dari laman gdnonline.com pertunangan ini dilakukan oleh anak berusia 12 tahun yakni Omar dan kekasihnya yang masih berusia 11 tahun bernama Graham.

url img

Pertunangan yang dilakukan oleh Omar dan Graham ini sendiri menjadi perbincangan hangat dan menimbulkan pro serta kontra di masyarakat setelah foto-foto mereka di acara pertunangan tersebar luas di sosial media. Dari beberapa kabar yang ada, pertunangan ini juga telah didukung oleh masing-masing orang tua. Orang tua mereka bahkan mengungkapkan bahwa apa yang dilakukan sang anak tidak menyalahi aturan. Mereka hanya bertunangan dan belum melangsungkan pernikahan.
Ayah Omar, Hasan, mengatakan,
“Apa yang tidak pantas dari pertunangan ini? Mereka hanya meresmikan hubungan mereka. Mereka hanya bertunangan dan tidak menikah. Omar sangat mencintai Graham dan mengatakan jika dia akan menikahinya saat ia dewasa. Keduanya terkadang bertindak tidak sesuai umurnya. Mereka saling memiliki perasaan yang kuat satu sama lain. Mereka juga telah menunjukkan kedekatannya dan perasaannya di sosial media seperti facebook juga twitter.”

Di Mesir sendiri, pemerintah sangat melarang adanya pernikahan di bawah umur 18 tahun. Sementara itu, atas apa yang dilakukan Omar dan kekasihnya, Reda Eldanbouki seorang kepala Pusat Bimbingan Perempuan dan Kesadaran Hukum terdorong untuk melaporkan hal ini ke Pusat Anak dan Ibu Nasional. Reda mengatakan,
“Saya terdorong untuk mengusut masalah ini. Anak-anak tidak seharusnya melakukan hal ini dan orang tua seharusnya bisa menahan mereka untuk tidak melakukannya. Kami ingin agar orang tua mereka bertanggung jawab atas ini. Hubungan di bawah umur sangat berisiko baik buat perkembangan dan pertumbuhan fisik serta psikis anak. Meskipun hubungan itu hanya sebatas pertunangan dan belum ke jenjang pernikahan.”

“Keterlibatan Omar dan Graham dalam pertunangan ini dikhawatirkan akan mengganggu kehidupan mereka di masa depan. Keduanya masih memiliki jalan hidup yang panjang. Keduanya juga masih harus menjalani hidup seperti anak-anak pada umumnya. Pertunangan ini bisa mengganggu pendidikan mereka. Ditakutkan, pertunangan ini juga akan membuat mereka dikucilkan dari lingkungan sosial mereka.” Tambah Reda.

Meski apa yang dilakukan Omar dan Graham kurang bisa diterima, ayah Omar bersikukuh bahwa pertunangan itu tidak menyalahi aturan. Ia juga bersikukuh bahwa Graham telah menjadi milik Omar. Hasan mengatakan,
“Pertunangan ini tak akan dibatalkan. Keduanya akan menikah suatu saat nanti. Sebelum laki-laki lain meminta Graham menjadi pengantinnya, lebih baik pertunangan ini dilakukan sekarang. Omar yang akan menjadi suami Graham.”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s