Unik:Wanita-wanita Berleher Panjang dari Myanmar

url img

Setiap wanita pasti ingin dikatakan sebagai seorang wanita yang cantik, anggun lagi mempesona. Untuk bisa dikatakan sebagai wanita yang cantik, nampaknya tidak sedikit wanita yang melakukan berbagai perawatan kecantikan. Tak hanya melakukan perawatan kecantikan, beberapa wanita dari suku tertentu juga memiliki tradisi unik agar ia bisa dikatakan cantik, anggun serta mempesona. Seperti halnya tradisi untuk suku Kayan di daerah Pet Pan negara Myanmar berikut ini.

url img

url img

Agar mendapatkan predikat cantik, wanita-wanita dari suku Kayan ini memakai cincin kuningan di lehernya. Dikatakan, semakin banyak cincin yang digunakan dan semakin panjang leher yang dimiliki, maka ia akan semakin cantik. Tak hanya itu saja, ia juga akan terlihat makin anggun serta terpandang.

Dikutip dari laman asiantown.net, mengenai pemakaian cincin ini sendiri telah menjadi tradisi turun temurun dari nenek moyang dan tak bisa dilewatkan begitu saja. Tradisi ini juga merupakan salah satu tradisi yang begitu sakral. Saking sakralnya, tradisi memakai cincin leher ini telah dilakukan pada anak wanita yang masih berusia balita dan sangat belia. Walau cincin untuk leher tersebut cukup sakit dan membuat tidak nyaman serta berat, wanita-wanita suku Kayan tak pernah mempermasalahkan hal ini. Semakin sakit dan berat cincin yang terpasang di lehernya, itu menandakan bahwa mereka semakin cantik.

url img

Selama ini, keberadaan suku Kayan tidak begitu membuka diri untuk masyarakat luar yang lebih modern. Karena, mereka adalah salah satu suku yang masih memegang teguh tradisi dan budaya tradisional nenek moyang setempat. Namun kini seiring dengan berjalannya waktu, mereka mulai terbuka dengan kehadiran orang luar termasuk kehadiran wisatawan yang ingin mengabadikan tradisi juga budaya mereka seperti halnya yang telah dilakukan oleh fotografer bernama Dmytro Ghilitukha.

Dmytro yang berasal dari Ukraina telah berhasil masuk ke lingkungan suku Kayan dan mengabadikan moment hangat wanita-wanita Kayan yang masih kental akan budaya dan tradisi nenek moyang. Dmytro mengatakan,
“Wanita-wanita percaya bahwa memakai cincin leher akan membuat mereka semakin cantik. Ini juga menandakan bahwa mereka berbeda dengan wanita dari suku lainnya. Tapi, dalam dunia medis ini jelas sangat berbahaya buat kesehatan tulang leher. Ini bisa meningkatkan risiko sakit leher. Mereka sebelumnya percaya jika melepas cincin leher akan membuat leher mereka patah. Ini jelas tidak benar. Kami sempat meyakinkan mereka bahwa apa yang mereka lakukan tidak benar. Beberapa wanita yang telah melepas cincin lehernya mengaku bahwa ia merasa lebih baik.”

url img

“Para wanita suku ini akan selalu ada di rumah sementara suami mereka akan berburu ke hutan. Kehidupan orang-orang di suku ini sangat mengesankan. Mereka sebenarnya juga merupakan orang-orang yang sangat ramah dan penuh kehangatan. Di tempat ini, kalian juga bisa merasakan kebahagiaan yang begitu tulus, polos dan menenangkan. Baik orang tua sampai anak-anak, mereka bisa saling memberi warna baru di setiap kehidupan mereka. Saya sangat beruntung bisa berada di tempat ini meski tidak dalam waktu yang lama.” Tambah Dmytro.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s