Ini Fakta Stres Membuatmu Makin Gemuk

url img

Perasaan stres dan khawatir bisa datang kapan saja, dimana saja dan pada siapa saja. Stres sendiri merupakan salah satu perasaan yang bisa disebabkan oleh banyak hal. Salah satunya adalah karena menyadari bahwa berat badan telah naik dan bentuk tubuh terlihat lebih gemuk dari sebelumnya. Kedengarannya hal ini sangat klise dan kurang masuk akal. Tapi, bisa dipastikan bahwa kamu pun pernah merasakan perasaan stres akibat menyadari berat badan telah bertambah.

Memang, ketika mengetahui kenyataan bahwa berat badan kita telah bertambah, tidak jarang hal ini akan membuat kita merasa stres, khawatir dan mati-matian melakukan diet terbaik untuk menurunkan berat badan. Namun sayangnya, meski kita telah melakukan beragam diet ketat dan mengurangi porsi makan, berat badan tak kunjung turun. Yang ada, badan tetap gemuk atau bahkan semakin gemuk. Kita pun semakin stres dan depresi dengan kondisi tersebut.

Kalau memang kamu ingin menurunkan berat badan dan tidak semakin gemuk, usahakan agar kamu tidak begitu stres.Dikutip dari laman dailymail.co.uk, perasaan stres justru merupakan salah satu faktor penyebab dari kegemukan. Tapi, bagaimana bisa stres bisa menyebabkan kegemukan?
Para peneliti di Stanford University menyebutkan bahwa stres bisa memicu mengubah hormon dalam tubuh yang sering disebut sebagai hormon Adamts1. Hormon ini adalah salah satu hormon pemicu bertambahnya berat badan dan pembentuk lemak dalam tubuh.
Ketika hormon ini berubah dan berkembang menjadi semakin banyak, ini sangat memungkinkan tubuh mengalami kenaikan berat badan. Ini juga sangat memungkinkan berat badan sangat sulit untuk turun. Peneliti di Stanford University menemukan bahwa serangkaian stres bisa membuat banyak perubahan di tubuh. Tak hanya menyebabkan tubuh makin gemuk, stres ini juga akan meningkatkan berbagai risiko masalah kesehatan lainnya.

Dr Brian Feldman dari Stanford University mengatakan,
“Kami menemukan bahwa stres bisa memicu kenaikan berat badan. Stres juga bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan dan kurang seimbangnya hormon dalam tubuh. Stres, juga menjadi salah satu hal yang mendorong terbentuknya sel-sel lemak dalam tubuh dan sel berbahaya lainnya.”
“Bagi beberapa orang, stres mungkin bisa membuatnya memiliki berat badan yang lebih kurus karena ia tak nafsu makan. Tapi, selama ini kebanyakan orang yang dilanda stres justru akan makan lebih banyak. Ketika seseorang makan lebih banyak sementara hormon di tubuhnya tak bekerja dengan baik, ini sangat mendorong seseorang untuk bertubuh lebih gemuk.” Tambah Dr Brian.

Well, ketika kita ingin menurunkan berat badan dan tak ingin berat badan semakin bertambah atau gemuk, sangat disarankan agar kita semua senantiasa tenang serta nyaman. Jangan sampai, kita dilanda stres berlebihan. Usahakan pula untuk memiliki pola hidup yang sehat, istirahat cukup, olahraga cukup dan melakukan diet yang tepat.

Iklan

Tips ASI Lancar Ala Chelsea Olivia

url img

Setelah melahirkan para ibu pasti ingin menyusui bayi dengan ASI eksklusif. Well, menyusui dengan ASI ekslusif sangat direkomendasikan untuk para ibu. Ini karena ASI mengandung nutrisi terbaik untuk anak. Setiap ibu pasti menginginkan yang terbaik untuk anak mereka bukan?

Sayangnya tak semua wanita mampu lancar menyusui. Ada yang mengalami masalah produksi air susu yang tak mencukupi. Beberapa mengeluh bahwa ASI mereka susah keluar. Nah berikut ini adalah satu tips yang diberikan oleh artis cantik Chelsea Olivia.
Dilansir oleh KapanLagi.com (28/10), Chelsea Olivia rupanya pernah mengalami masalah ini Ladies. Sesaat setelah melahirkan ASI Chelsea sempat tak keluar. Lalu cara apa sih yang ia lakukan sehingga ASI-nya bisa lancar?
“Puji Tuhan ya. Aku nomer satu, aduh ASI keluar gak ya. Pas 7 bulan aku udah pijet, bener-bener gak keluar. Sampai akhirnya kayak mikir ASI aku kayaknya gak keluar. Pas ke RS aku udah langsung bawa pompa. Hari pertama melahirkan langsung keluar. Pikiran harus positif. Memang gak boleh stres, harus happy terus. Ada satu kebanggaan,” ungkap Chelsea.

Memang pikiran seorang ibu harus selalu santai dan tak stres agar produksi ASI bisa melimpah. Hal ini sangat penting untuk dilakukan karena stress yang dirasakan akan menghambat produksi air susu. Beberapa orang bahkan menganjurkan untuk mendengarkan musik terlebih dahulu atau melihat foto-foto yang membahagiakan ibu. Dengan begini ASI bisa keluar dengan lancar.

Selain itu Mom, Chelsea juga menyarankan untuk tak melakukan diet. Ia mengaku tak mau diet karena itu dapat mempengaruhi kualitas ASI-nya. Biarlah berat badan turun dengan sendirinya melalui pola makan yang sehat. Selain itu ia menyarankan untuk mengonsumsi banyak sayuran.
“Bukan diet, aku gak mau. Takut ASI aku gak bagus. Banyakin sayuran,” ungkapnya.

Kekar dan Bugar

Nenek ini Memiliki Badan yang url img

Usia tak seharusnya menjadi penghambat seseorang untuk beraktivitas ataupun berkarya. Meski sudah tak lagi muda, banyak orang yang masih bisa produktif, atau bahkan menjadi inspirasi untuk orang lain.

Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Jacira Noronha. Wanita berusia 57 tahun ini belakangan menjadi idola di media sosial. Nenek tiga orang cucu ini mencuri perhatian lantaran bentuk tubuhnya yang kekar dan bugar.

Tak hanya gemar berolahraga, Jacira memang seorang binaragawati dan juga pemilik pusat kebugaran. Wanita ini mengatakan jika ketertarikannya muncul sejak berusia 13 tahun.

Saat itu ia mengalami cedera yang membuta fungsi motorik kakinya terganggu. Namun ia justru mendatangi pusat kebugaran demi menyembuhkan kondisinya itu.

“Pada saat itu saya membutuhkan operasi, tapi kondisi keuangan saya tidak mengizinkan untuk mendapatkan penanganan itu. Jadi saya mendaftar ke pusat kebugaran dengan risiko saya sendiri, meskipun dokter ortopedi saya bahkan melarang berjalan melewatinya,” terangnya.

Setiap harinya, Jacira selalu rutin berolahraga untuk menjaga kondisinya. Ia bangun pada pukul 05:20 dan melakukan latihan cardio hingga 05:50. Sebelum berangkat mengajar ke sekolah negeri tempatnya mengajar, ia berlatih selama 50 menit.

Gaya hidup dan juga kemampuan keras Jacira ini banyak menginspirasi orang-orang. Mereka menjadi termotivasi untuk berolahraga agar menjadi lebih bugar.

Foto Before-After Postingan Sang Ibu Buat Semua Orang Terharu

url img

Siapa ibu yang tak sedih melihat anaknya sakit? Kebanyakan ibu pasti akan mencintai anak bahkan lebih dari ia mencintai diri sendiri. Itulah mengapa ibu pasti tak akan tega melihat anaknya ketika sakit. Mungkin hal ini juga yang dirasakan ibu bernama Julie Apicella.

Julie, seperti kebanyakan ibu, suka mengambil foto anak perempuannya yang masih kecil di momen-momen spesial sebagai kenang-kenangan. Namun ia tak tahu bahwa foto-foto tersebut benar-benar akan jadi kenangan baginya.
Anak perempuannya, Emily, tahun 2015 lalu berdandan rapi sebelum berangkat sekolah dengan senyum mengembang manis di bibirnya. Tahun ini, Julie mengambil foto kedua kalinya di tempat yang sama di mana Emily berfoto, namun tanpa Emily. Tempat itu kosong.

url img

Emily yang berusia 8 tahun pada saat itu, telah meninggal dunia karena melawan penyakit kanker ginjal bernama Wilms’ tumor selama 3 tahun belakangan ini. Julie mengunggah kedua foto before after itu berdampingan, dengan tulisan 2015 dan 2016. Emily meninggal Desember tahun 2015 lalu.
Foto ini begitu berarti baginya, sekaligus jadi hal yang menyedihkan untuk dilihat. Dalam foto tersebut ia menuliskan,

“Foto sekolah, jelas sekali bahwa seseorang yang sangat spesial sudah tak ada, anakku Emily. Bayangkan jika foto sekolahmu tahun ini adalah foto TERAKHIR yang bisa kamu ambil dan akan jadi memori untuk dikenang.”

Ia meminta banyak orang di facebook untuk ikut sadar akan bahaya kanker pada anak. Ia meminta dukungan banyak orang untuk mengganti foto profil dengan gambar pita emas, yang mana adalah simbol sadar kanker anak.
Ia juga menuliskan bahwa hal ini bisa terjadi pada siapa saja, karena anak-anak pun bisa kena kanker. Karena satu dari 285 anak akan terdiagnosis kanker. Ia ingin banyak orang lebih sadar kesehatan anak, terutama kanker. Karena orangtua tak seharusnya menguburkan anaknya.

Sulit sekali menghadapi kenyataan anakmu melawan kanker, apalagi ketika mendapat kenyataan bahwa mereka tak akan ada lagi di sisimu. Julie mungkin hanya satu dari banyak ibu yang kehilangan anaknya karena kanker. Dan semoga hal ini bisa jadi pelajaran bagi banyak orangtua untuk lebih waspada terhadap bahaya kanker pada anak ya.

Dementor Datang Ke Dunia Nyata

url img

Seorang ayah asal Amerika Serikat sudah mulai bersiap untuk menyambut Halloween tahun ini. Tak disangka, pria bernama Michael Irvine memiliki ide kreatif yang cukup unik dan bakal sukses menakut-nakuti warga.
Pasalnya ia sukses membuat sosok Dementor menjadi “Nyata”.

Pria yang kini berusia 50 tahun itu awalnya hanya ingin membuat kejutan untuk anak perempuannya. Pasalnya ia sangat menyukai film “Harry Potter”. Dengan beberapa sentuhan kreatif, pria ini pun menyulap kain hitam dan barang-barang tak berguna untuk membuat sebuah Dementor.

Tak sampai di situ, Irvine juga melengkapinya dengan drone dan juga tali pancing agar dapat membuat sang Dementor terbang seperti aslinya. Pria paruh baya itu bahkan mencoba eksperimennya di siang hari di sekitar rumahnya. Ternyata sosok mengerikan itu sukses membuat para tetangganya ketakutan.

Melihat kesuksesan aksi gila pamannya itu, Zac Crueger pun memposting beberapa foto di akun Twitternya baru-baru ini.
” Jadi pamanku punya drone, sekarang dia berhasil mengerjai orang-orang ,” ungkap Crueger. Sontak foto-foto itu menjadi viral dan mendapat berbagai respon dari para netizen.

” Wow pamanmu sangat jenius, itu terlihat asli ,” ungkap salah satu netter. ” Aku harap memiliki paman yang seperti pamanmu, dia sangat lucu ,” tulis yang lainnya lagi. ” Dementor tidak keluar di siang hari teman-teman, tapi ini keren ,” tulis yang lainnya lagi.

Unik:Wanita-wanita Berleher Panjang dari Myanmar

url img

Setiap wanita pasti ingin dikatakan sebagai seorang wanita yang cantik, anggun lagi mempesona. Untuk bisa dikatakan sebagai wanita yang cantik, nampaknya tidak sedikit wanita yang melakukan berbagai perawatan kecantikan. Tak hanya melakukan perawatan kecantikan, beberapa wanita dari suku tertentu juga memiliki tradisi unik agar ia bisa dikatakan cantik, anggun serta mempesona. Seperti halnya tradisi untuk suku Kayan di daerah Pet Pan negara Myanmar berikut ini.

url img

url img

Agar mendapatkan predikat cantik, wanita-wanita dari suku Kayan ini memakai cincin kuningan di lehernya. Dikatakan, semakin banyak cincin yang digunakan dan semakin panjang leher yang dimiliki, maka ia akan semakin cantik. Tak hanya itu saja, ia juga akan terlihat makin anggun serta terpandang.

Dikutip dari laman asiantown.net, mengenai pemakaian cincin ini sendiri telah menjadi tradisi turun temurun dari nenek moyang dan tak bisa dilewatkan begitu saja. Tradisi ini juga merupakan salah satu tradisi yang begitu sakral. Saking sakralnya, tradisi memakai cincin leher ini telah dilakukan pada anak wanita yang masih berusia balita dan sangat belia. Walau cincin untuk leher tersebut cukup sakit dan membuat tidak nyaman serta berat, wanita-wanita suku Kayan tak pernah mempermasalahkan hal ini. Semakin sakit dan berat cincin yang terpasang di lehernya, itu menandakan bahwa mereka semakin cantik.

url img

Selama ini, keberadaan suku Kayan tidak begitu membuka diri untuk masyarakat luar yang lebih modern. Karena, mereka adalah salah satu suku yang masih memegang teguh tradisi dan budaya tradisional nenek moyang setempat. Namun kini seiring dengan berjalannya waktu, mereka mulai terbuka dengan kehadiran orang luar termasuk kehadiran wisatawan yang ingin mengabadikan tradisi juga budaya mereka seperti halnya yang telah dilakukan oleh fotografer bernama Dmytro Ghilitukha.

Dmytro yang berasal dari Ukraina telah berhasil masuk ke lingkungan suku Kayan dan mengabadikan moment hangat wanita-wanita Kayan yang masih kental akan budaya dan tradisi nenek moyang. Dmytro mengatakan,
“Wanita-wanita percaya bahwa memakai cincin leher akan membuat mereka semakin cantik. Ini juga menandakan bahwa mereka berbeda dengan wanita dari suku lainnya. Tapi, dalam dunia medis ini jelas sangat berbahaya buat kesehatan tulang leher. Ini bisa meningkatkan risiko sakit leher. Mereka sebelumnya percaya jika melepas cincin leher akan membuat leher mereka patah. Ini jelas tidak benar. Kami sempat meyakinkan mereka bahwa apa yang mereka lakukan tidak benar. Beberapa wanita yang telah melepas cincin lehernya mengaku bahwa ia merasa lebih baik.”

url img

“Para wanita suku ini akan selalu ada di rumah sementara suami mereka akan berburu ke hutan. Kehidupan orang-orang di suku ini sangat mengesankan. Mereka sebenarnya juga merupakan orang-orang yang sangat ramah dan penuh kehangatan. Di tempat ini, kalian juga bisa merasakan kebahagiaan yang begitu tulus, polos dan menenangkan. Baik orang tua sampai anak-anak, mereka bisa saling memberi warna baru di setiap kehidupan mereka. Saya sangat beruntung bisa berada di tempat ini meski tidak dalam waktu yang lama.” Tambah Dmytro.

Fungsi Ganja di Makam Kuno di China

Beijing- Untuk pertama kalinya para peneliti menemukan 13 tanaman ganja lengkap di situs makam kuno di Cina utara. Dalam artikel berjudul “Ancient Cannabis Burial Shroud in a Central Eurasian Cemetery”, yang terbit dalam jurnal Economic Botany bulan lalu, tim berpendapat tanaman tersebut memiliki kegunaan ritual atau obat untuk menenangkan pikiran.

Pengukuran karbon menunjukkan proses pemakaman terjadi pada 2.400-2.800 tahun lampau. Tanaman ganja berbunga betina tersebut disusun secara diagonal di atas kerangka pria berumur sekitar 35 tahun, yang diperkirakan seorang dukun (shaman). Di dalam makam ditemukan pula alas kepala berbentuk alang-alang dan beberapa pot gerabah. Adapun ganja berukuran 48-88 sentimeter.
“Ini pertama kalinya kami menemukan ganja yang lengkap,” begitu tulisan Hongen Jiang, peneliti arkeobotani dari Department of Archaeology and Anthropology, University of Chinese Academy of Sciences, Beijing, yang juga penulis utama penelitian dalam jurnal.

Ganja ini, menurut para peneliti, mengandung grandular trichomaes—jaringan rambut bersel satu atau banyak yang dibentuk dari sel epidermis (kulit). Trikoma ini menyimpan bahan-bahan aktif ganja, sepertitetrahydrocannabinol(THC) dancannabidiol(CBD), yang menimbulkan efek “melayang”.
Meski begitu, Jiang dan tim belum mengetahui secara pasti asal tanaman ganja tersebut. Hanya, berdasarkan cara penempatan ganja, para peneliti beranggapan tanaman ini masih dalam keadaan segar saat diletakkan di atas mayat. Hal itu membuka kemungkinan bahwa ganja tersebut tumbuh tak jauh dari sekitar makam. Makam ini terletak di barat laut Turpan Basin, merupakan pemberhentian penting Jalur Sutra.
Makam berganja ditemukan di antara 240 makam yang diyakini memiliki tradisi Subeixi. Orang-orang Subeixi menjalani kehidupan pastoral dengan hanya memakan sejumlah kecil tanaman gandum.
Kehidupan mereka kemudian berkembang ke arah semi-pertanian.

Beberapa penelitian sebelumnya mengungkapkan bahwa tradisi Subeixi menggunakan ganja untuk sarana spiritual. Studi delapan tahun silam, misalnya, menemukan pasokan besar bunga ganja di pemakaman Yanghai. Tanaman tersebut mungkin dipilih karena dianggap bisa memfasilitasi komunikasi antara manusia dan roh dari efek “melayang” yang ditimbulkannya.
“Kaum ini kerap pula menggunakannya sebagai perangsang nafsu makan,” tulis Ethan B. Russo, pakar psikofarmakologi dari International Cannabinoid Research Society, American Botanical Council, dalamJournal of Experimental Botany. Artikel yang terbit pada September 2008 itu berjudul “Phytochemical and genetic analyses of ancient cannabis from Central Asia”.
Baru-baru ini bibit ganja juga ditemukan dari sebuah makam seorang perempuan di kawasan Siberia. Perempuan tersebut kemungkinan meninggal akibat kanker payudara dan telah menggunakan ganja untuk mengobati penyakitnya.
Meski tanaman ganja dapat dibuat menjadi kain, Jiang dan tim tak menemukan tekstil rami dari pemakaman Turpan. Benih tanaman, menurut tim, juga terlalu sedikit untuk dimanfaatkan sebagai sumber makanan praktis. Karena itu, mereka menyimpulkan ganja di dalam makam digunakan untuk sarana spiritual.
“Setidaknya tradisi inilah yang tersebar luas di masyarakat Eurasia bagian tengah selama milenium pertama sebelum Masehi,” begitu Jiang menuliskan.